Novel 9 Summers 10 Autums
Sebenernya
aku udah lama beli novel ini, tapi baru sempet aku baca liburan niee, itupun
karena ada tugas dari bu guru. Yaudah mau g mau liburan nie aku harus
meluangkan waktu buat mbaca. Awalnya sie aku bangung mau ngambil novel apa buat
tugas ku, novel-novel yang udah aku baca kebanyakan udah berpindah tangan,
tinggal ini. Yaudah dee harus aku iklashkan, karena setelah aku baca novelnya
harus dikumplkan untuk koleksi. Berikut adalah hasil yang aku dapat dari novel
tersebut :
A. Sinopsis
Di kaki Gunung Panderman
Malang, di rumah berukuran 6 x 7 meter, seorang anak laki-laki bermimpi. Kelak,
ia akan membangun kamar di rumah mungilnya. Ia adalah Iwan Setyawan. Ia hidup bertujuh dengan segala sesuatu yang
terbatas, membuatnya bahkan tak memiliki kamar sendiri. Bapaknya, sopir angkot
yang tak bisa mengingat tanggal lahirnya. Ayahnya hanya lulus sampai kelas 2
SMP. Sementara ibunya, tidak tamat Sekolah Dasar. Ia tumbuh besar bersama empat
saudara perempuan. Tak ada mainan yang bisa diingatnya. Tak ada sepeda, tak ada
boneka, hanya buku-buku pelajaran yang menjadi "teman bermain"-nya.
Di tengah kesulitan ekonomi, bersama saudara-saudaranya, ia mencari tambahan
uang dengan berjualan di saat bulan puasa, mengecat boneka kayu di wirausaha
kecil dekat rumah, atau membantu tetangga berdagang di pasar. Pendidikanlah
yang kemudian membentangkan jalan keluar dari penderitaan.
Keluarganya selalu
berusaha agar biaya pendidikannya terpenuhi, dengan usaha keras orang tuannya
akhirnya ia bisa melanjutkan kuliah di IPB jurusan Statistika. Semangat
belajarnya yang tinggi, membuatnya bisa menjadi lulusan terbaik di IPB. Hingga akhirnya pendidikan mencerahkan
hidupnya. Anak Kota Apel tersebut dapat bekerja di kota The Big Apple, New
York. Sepuluh tahun mengembara di kota paling kosmopolit itu membuatnya
berhasil mengangkat harkat keluarga sampai meraih posisi tinggi di salah satu
perusahaan top dunia. Namun tak selamanya gemerlap lampu-lampu New York dapat
mengobati kenangan yang getir. Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi dan
menghadirkan seseorang yang membawanya menengok kembali ke masa lalu. Dan pada
akhirnya, cinta keluargalah yang menyelamatkan semuanya.
B. Analisis
1. Unsur Intrinstik
a. Tema
Meraih
mimpi
b. Alur
Maju
mundur
c. Tokoh
Iwan,
Ibu, Bapak, Mba Ati, Mba Isa, Mba Inan, Rini, Mira, Lek Tukeri, Mas Hari, Mas
Yani, Bu Mimi, Rima, Bocah merah putih, dan Nicolas.
d. Penokohan
1) Iwan : Tokoh utama, bersemangat
dalam bekerja dan belajar.
2) Mba Ati : Pekerja keras dan baik hati.
3) Bocah merah : Pendengar yang baik.
putih
4) Ibu : Baik dan lembut hatinya.
5) Bapak : Pekerja keras.
6) Mba Isa : Semangat dalam hidup dan rela
berkorban.
7) Mba Inan : Pekerja keras dan rajin belajar.
8) Rini : Pantang menyerah.
9) Mira : Pribadi yang hangat.
10) Lek Tukeri : Dermawan.
11) Mas Yani : Jiwa yang teguh.
12) Rima : Baik hati.
13) Nicolas : Mudah bergaul.
e. Latar
Kota New York, Amerika.
f. Sudut Pandang
Sudut
pandang orang pertama.
g. Amanat
Mimpi
bisa dicapai hanya dengan usaha dan kerja keras.
2. Unsur Ekstrinsik
Iwan Setyawan lahir di Batu 2 Desember 1947.
Lulusan terbaik fakultas MIPA IPB 1997 dari Jurusan Statistikamini bekerja
selama 3 tahun di Jakarta sebagai data analis di Nielsen dan Danareksa Research
Institute. Ia selanjutnya merambah karir di New York City selama 10 tahun.
Pencinta yoga, sastra, dan seni teater ini meninggalkan NYC Juni 2012 dengan
posisi terakhir sebagai Director, Internal Client Management di Nielsen
Consumer Research, New York.
9 Summers 10 Autums adalah novel pertama yang
terinspirasi dari perjalanan hidupnya sebagai anak seorang sopirdi Kota Batu ke
New York City. Buku pertamanya Melankoni Kota Batu berupa kumpulan
fotografi dan narasi puitis, didedikasikan untuk Kota Batu. Iwan saat ini
tinggal di Batu, Jawa Timur.
C. Komentar
Menurut saya novel ini sangat
menginspirasi pembacanya. Pengalaman hidup seorang anak supir angkot ini,
memberi kesan tentang perjuangan dalam dunia pendidikan dan dunia kerja. Ia
membuktikan kepada dunia bahwasannya seitap orang bisa meraih pendidikan dan
cita-cita yang tinggi. Kerja keras yang dilakukan Iwan Setyawan juga patut
ditiru oleh para pelajar dan pekerja.
Salah satu motto hidupnya yang menemani langkahnya adalah “Impian
harus menyala dengan apapun yang kita miliki meskipun yang kita miliki tidak
sempurna, meskipun retak retak”.
Menurut pendapat saya, novel ini masih kurang jelas dalam
menjelaskan tokoh anak kecil berbaju merah putih yang selalu menemani
langkahnya di New York. Ia hanya disebutkan sebagau seorang bocah yang
mengingatkan Iwan tentang masa kecilnya, dan ia menjadi pendengar kisah-kisah
hidup Iwan dalam novel tersebut. Tanpa menyebutkankan dimana Ia tinggal, kemana
Ia akan pergi, dan dari mana ia berasal. Namanya pun tak disebutkan dalam novel
ini. Padahal bocah tersebut selalu muncul dalam bagian-bagian cerita di dalam
novel tersebut. Sehingga hal ini menimbulkan tanya pada benak pembacanya, siapa
sebenarnya bocah merah putih tersebut.
Terima kasih telah membaca artikel ini, jika masih banyak salahnya silahkan tinggalkan komentar di bawah ini...
Semoga bermanfaat...
untuk tgs analisis kamu masih sangat jauuuuhhhh.. semestinya kamu sertakan pembuktian2 pada hasil analisis kamu agar semakin kuat argumentasi kamu menjawab begini..begitu.. bla..bla..bla.. kalau spt itu kan namanya kurang bertanggung jawab akan apa yg kamu teliti??
ReplyDeletebtw, selamat deh..kamu termasuk mahkluk ketiga yg sdh kirim tgs analisis novel ini.. besok masukin semua di blog ustdzah ya naakk...
syukron.. untuk pembelajaran kita semua.