ES SAYUR ASEM

            Disini aku gak pengin ngepost gmana caranya mbikin es sayur asem, tpi aku mau cerita tentang pengalaman ku pas nemuin yang namanya es sayur asem. Cerita ini terjadi saat aku berada di tahun terakhir di ABS (Assalaam Boarding School). Pengin tau critanya gan,, langsung aja baca yang ada di bawah ini...!!


  
                     OR



          Sabtu siang yang panas membuatku bergegas mnuju resto tuk memenuhi panggilan perutku. Seperti yang sudah kuduga, lauk Sabtu siang pasti sayur asem dan ayam goreng. Tapi untungnya kali ini ada tambahan untuk pencuci mulut, yaitu es buah. Setelah ku mengambil lauk dan nasi, aku berggegas menuju sebuah baskom besar yang terisi dengan e batu gelondongan di dekat keran minum. Kuambil sedikit es batu dan langsung kumasukan ke dalam es buah .


                Setelah semuanya beres, aku segera menuju ruang makan untuk menyusul teman-temanku. Belum sempurna ku memalikan badan kea rah ruang makan, sekilas ku melihat suatu hal yang tak biasa bagiku. Ku lihat Dipo –adik SAR- meletakan es buah batu yang baru saja diambil dan meletakannya diatas nampan yang ia bawa. Hal ini terlihat aneh bagiku karena biasanya anak-anak yang lain langsung meletakan es batu tersebut ke dalam gelas plastic yang berisi es buah. Hal ini membuatku terpikirkan leh suatu hal, “Aneh pol ndes, kok gak langsung dimasukin aja ya. Apa dia mau makan sayur asem pake es batunya ya…? Nanti jadinya es sayur asem dong.” Pikiran konyol tersebut terlintas begitu saja di otak ku, tapi segera terlupakan saat aku sudah beranjak menempati meja makan ku.
                Suasana terasa hangat ketika bisa berkumpul kembali dengan teman-teman. Obrolan pun berjalan seperti biasanya. Sambil mengunyah makananku, aku menetap ke es buah ku yang siap disantap. Tiba-tiba pikiran konyl ku terlintas di kembali di otakku. Spontan aku senyum-senyum sendiri dan membuat orang-orang disekitarku mengalihkan perhatiannya kea rah ku. “what happens Bro..?, Tanya adit yang lagi semangat-semangatnya speaking English. Dengan sedikit menahan tawa, aku menjelaskan pkiran konyolku kepada orang-orang yang makand di sekitarku. Cerita ku lebih kutekankan di bagian Es Sayur Asem. Adit hanya tersenyum kecil. Obrolan ditimpali oleh Inas-Imam Anas- yang duduk di depanku.”Orang yang hidup di kutub juga kayaknya makan sayur asemnya pake es”. “Mungkin aja sayur asemnya jadi es dulu, jadi pas mau makan sayur asem harus dipanasin dulu biar ‘es sayur asemnya’   mencair and biar bisa dimakan.”, sahut ku dengan perkataan lebih konyol lagi. Kemudian tawa terpecah ditengah kerumunan ini.

                Setelah beberapa saat mengobrolkan tentang es sayur asem, tiba-tiba Alun dating dan menempati bangku kosong disebelah Inas. Sekilas aku melihat suatu hal yang sudah pernah kulihat sebelumnya. Aku tersedar, ternyata hal itu adalah kejadian yang baru saja terjadi saat Dipo mengambil es, dan hal ini terulang kembali pada Alun. Alun juga meletakan es gelondongnya diatas nampan. Ia tak memasukannya terlebih dahulu ke gelas plastiknya. Segera aku member isyarat ke inas dan teman-teman yang duduk di sekitarku bahwasanya apa yang pernah aku lihat dan ceritakan sekarang terjadi pada Alun. Entah ada pikiran apa, tiba-tiba Inas langsung mengambil es batu tersebut dan menaruhnya dengan wajah WATADOS ke dalam sayur asem yang ada di nampannya. Alun tak sadarkan akan hal itu beberapa saat karena ia melihat aneh tingkah ku. Sehingga es yang tercelup perlahan mulai mencair.
                Aku tak kuat lagi menahan tawaku,“Hahahahaa….tu kan bener ada es sayur asem !”. anak-anak yang lain juga ikut tertawa terbahak-bahak. Hal ini menyebakan Alun segera menyadari apa yang sedang terjadi. Kemudian ia mengambil kembali es yng tercelu di es sayur asem dengan wajah penuh kembatinan. “Hahahaa,,parahe pwol ndes Imam Anas”, sahut Adit. Kini pikiran konyolku benar-benar terjadi. Aku tak pernah menyangka hal yang terlintas di otak ku lansung terwujud secepat ini. 

Comments

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular posts from this blog

Perjuangan Masuk Fakultas Kedokteran

Are You Proud to be a Muslim?

Mari Berantas TB-MDR....!!!! (Karya Pertama)