Solo Kota Sejuta Kenangan Part II

           Hujan rintik-rintik mulai membahasi kota Yogyakarta. Selagi menunggu kereta prameks pukul 18.00, Aku dan Dhika sempatkan menunggu di mushola Stasiun Tugu sambil mengaji dan merenung meratapi kejadian di sebrang rel tadi. Masih ada waktu satu jam untuk berangkat ke kota Solo. Sedangkan waktu sholat magrib masih 45 menit lagi.
            Adzan magrib mulai berkumandang bersautan di sekitar Stasiun Tugu. Kami bergegas untuk bersiap diri menunaikan sholat magrib kemudian menuju kereta. Saat sholat Maghrib sudah akan berakhir, terdengar informasi bahwa kereta prameks sudah tiba di jalurnya. Segera setelah selesai sholat kami berbegas menuju kereta yang dituju.
            Beberapa jalur rel kita lewati. Dengan sedikit terburu-buru, kami akhirnya melihat satu kereta yang telah bersiap berangkat. Tadi belum sempat diri ini untuk berdzikir setelah sholat, namun kereta ternyata juga stand by di jalurnya. Ya, kereta tersebut dalam keadaan tertutup. Orang-orang disekitar pun tak tampak lagi yang mengantri atau berasaha memasuki kereta. Keadaan ini membuat kita cukup panik. “Apa keretanya udah mau beragkat ya?”, batin ku dalam hati. Akhirnya kami telusuri pintu demi pintu berharap menemukan salah satu pintu kereta yang masih terbuka.
            Untungnya ada beberapa penumpang kereta yang lain yang juga mulai panik melihat kereta tersebut sudah ditutup. “Perasaan baru tadi datang de keretanya. Masa iya sih tadi kelamaan dzikir, istighfar aja sambil lari-lari”, batin ku kembali. Dhika pun juga Nampak semakin gugup. Akankah kami terlambat pergi ke Solo lagi? Apakah kita akan kebagian jatah dinner saat Welcoming Party Medsmotion?
            Di ujung sana sudah tampak beberapa petugas kereta api dan beberapa penjaga keamanan yang telah berkumpul . Ada sedikit harapan bagi kami untuk setidaknya melobi agar bisa dibukakan salah satu gerbong kereta. Beberapa orang yang telah berada di dalam kereta sudah Nampak sangat nyaman menduduki kursi mereka.
            “Pak, ini keretanya sudah mau berangkat ta?”, Tanya ku kepada salah satu penjaga. “Iya dek, tapi ini belum dibuka kok gerbangnya.”, jawab petugas tersebut. Alhamdullah, ada harapan bisa dinner bareng. “Iya tenang aja bu, ini keretanya belum kebuka pintunya dari tadi. Anginya ga cukup buat ngebuka pintunya.”, jelas petugas tadi kepada salah satu penumpang yang uga bertanya keheranan. “Wah kalo gitu nunggu keretanya ngentut dulu dong biar ngeluarin angina dan mbuka keretanya.”, ceplos salah satu penumpang mencairkan suasana. Akhirnya kami bisa memasuki kereta dan menuju Solo.
            Stasiun Balapan, Kuto Solo sing Dadi Kenangan, menjadi tujuan pemberentian terakhir stasiun prameks. Aku dan Dhika turun dari kereta dan mencari jalan keluar. Telah lama aku tak menginjakan kaki di stasiun ini. Sedikit agak mengingat jalan keluar dari stasiun yang menjadi ikonnya lagu Didik Kempot. Setelah berada di luar, mulai Nampak beberapa panitia yang mengenakan kartu nama pengenal sebagai panitia MedsMotion FK UNS 2015.
            Di sebrang sana nampak kak Gilang, teman sebangsa sengapak (asal Cilacap) yang pernah bertemu di SA Udayana bulan Februari kemarin. Dia bersema segerombolan teman-temannya yang juga menunggu delegasi lainnya. Kemudian tampak juga seorang wanita bertubuh mungil yang tak asing lagi bagiku, ia adalah Aninditya, biasa dipanggil Adit. Adit adalah LO dari UII dan UNSRI. Ia yang bertugas menemani kami hingga acara ditutup.
            Tak lama kemudian, juga muncul beberapa deegasi lainnya yang berasal dari UGM. Kami tak menyangka UII dan UGM satu kereta. Kami baru sadar ketika mereka menyapa beberapa gerombolan panitia yang tadi dan mulai menitipkan beberpa barangnya di mobil Adit. Aku dan Dhika meluncur ke Hotel Loji bersama Adit. Setibanya di Hotel, kami segera bergegas sholat, mandi dan siap-siap untuk acara Welcoming Party sekaligus Technical Meeting.
            Saat tiba pertama di Solo, aku sengaja mengenakan baju koko merah karena aku kira acara pembukaan menggunakan Dress Code merah, ternyata harus menggunakan batik. Setelah membersihkan badan setiba di hotel, aku mengganti pakaian ku menjadi batik sesuai dengan Dress Code yang ditentukan panitia.
            Lift telah sampai di lantai hotel paling atas. Saat pintu lift terbuka, tampak sederetan panitia yang bertugas untuk meregistrasi ulang. Suasana pesta sudah terlihat dari luar ruangan. Dalam satu raungan yang luas, aku mulai mencari meja yang masih kosong. Ternyata tidak ada. Hanya tersisa beberapa meja bundar dengan beberapa sisa kursi yang ada. Aku berjalan ke arah kanan dan memilih untuk duduk di satu meja yang menurutku paling nyaman. Nyaman karena tempat, dan juga orang-orang yang ada di sekitarnya.
            “Boleh duduk sini?”, tanyaku basa-basi pada salah satu wanita yang juga duduk di meja bundar tersebut. “Iya silahkan.”, jawabnya dengan polos. Aku masih belum mengenal siapa saja yang ada di meja tersebut. Ada beberapa orang wanita dan dua orang pria. Sepertinya wajahnya sudah taka sing lagi. Seakan-akan sudah pernah bertemu sebelumnya.
            “Ini dari delegasi UII ya?”, cletuk salah satu wanita yang duduk di meja tersebut. “Iya, kok tau? Atau jangan-jangan ini dari UNSRI ya?”, aku balik bertanya. Iya memang, ternyata benar. Ini teman-teman dari FK UNSRI yang juga kebetulan satu LO dengan FK UII. Wah betapa beruntungnya sejak awal sudah dipertemukan bersama. Mereka mulai mengenalkan dirinya masing-masing. Ada Sindi, Safit, Zahra, Esti, Faqo, dan Abi. Ya, mereka adalah teman-teman baru yang siap menemaniku untuk jalan-jalan di kota Solo. Mereka datang lebih awal dari kami. Bahkan dari percakapan grup PDKT UII UNSRI di line, mereka sempat jalan-jalan dulu di Jakarta. Wah pasti ini anak-anaknya bakal seru-seru nih.
            Kemudian acara dimulai oleh panitia. Berbagai sambutan disampaikan oleh orang-orang yang bertanggung jawab secara penuh pada acara ini. Sembari menunggu sambutan, obrolan-obrolan ringan antar delegasi dilontarkan.“Oh ya, ada satu lagi lho dari UNSRI, tapi lagi kebelakang”, jelas Esti. Taka lama kemudian, datang sesosok wanita menggunakan rok panjang. “Hi, aku Yola.”, jelas Yolanda memperkenalkan diri. Aku dan Dhika turut menyapa Yola.
            Acara yang sebenarnya dinanti-nantikan adalah makan malam. Aku sunguh sudah sangat lapar sejak tadi. Semenjak sholat maghrib tadi, aku sudah lupa berbuka puasa. Kemudian harus berlarian mengejar kereta yang dikira sudah mau jalan. Tidak ada makanan yang masuk ke perutku selain bakpia. Aku juga baru meneguk air putih ketika sudah dauduk di bangku kereta. Aku sangat bersyukur ketika panitia mempersilahkan kami semua untuk mengambil makan malam.
            Sembari makan, dari panitia menyampaikan Run Down acara hingga hari Minggu esok. Technical Meeting Lomba pun dilaksanakan bersamaan dengan dinner peserta. Panitia menyampaikan poin-poin penting terkait teknis perlombaan, sedangkan kami melanjutkan makan malam. Setelah itu, kami mengambil undian nomor urut untuk maju esok hari. Harapan kami bisa mendapat nomor urut terakhir agar ketika Dian sampai di Solo ia bisa langsung ikut presentasi. Tapi apa daya, aku ambil dengan mantap dan kudapati kelompok ku mendapat nomor urut 1.

FK UII & FK UNSRI

            Never mind. Now times to break. Setelah beberapa kali selfie dengan delegasi UNSRI, kami menuju kamar masing-masing. Aku cukup senang bisa bersama delegasi dari UNSRI karena belum lama bertemu sudah langsung selfie berkali-kali. Sepertinya bakal menjadi perjalanan yang menyenangkan bersama teman-teman dari UNSRI. Lets see for the next day.

Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Al-Hujuraat: 13)

Baca Part III nya ya...

Comments

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular posts from this blog

Perjuangan Masuk Fakultas Kedokteran

Are You Proud to be a Muslim?

Mari Berantas TB-MDR....!!!! (Karya Pertama)