MENJADI SEORANG DOKTER MUSLIM SEJATI ADALAH HARGA MATI
Oleh
: Rafik Prabowo
Dokter
adalah seorang tenaga kesehatan yang menjadi tempat kontak pertama
pasien untuk menyelesaikan semua masalah kesehatan yang
dihadapi tanpa memandang jenis penyakit, usia, dan jenis
kelamin. Dokter bekerja berkolaborasi dengan profesional
kesehatan lainnya, menggunakan prinsip pelayanan yang efektif dan
efisien, serta menjunjung tinggi tanggung jawab profesional, hukum, etika dan
moral (Soul Medic Plus, 2008). Sedangkan dokter muslim adalah dokter
yang memiliki hak serta kewajiban yang sama seperti dokter pada umumnya, tetapi
yang membedakannya adalah kata “muslim” yang harus disandang dan harus
dipertanggungjawabkan dalam setiap tindakan dan praktiknya.
Memiliki profesi sebagai seorang
dokter bukanlah hal yang mudah. Tetapi bukan juga sesuatu yang sulit jika kita
menjalaninya dengan ikhlas dan sepenuh hati. Dokter dituntut harus selalu
tenang dan rileks dalam menangani setiap pasiennnya, meskipun itu dalam keadaan
urgent dan sulit untuk dikendalikan. Dokter
harus bisa membuat pasien merasa nyaman jika pasien tersebut ditangani olehnya.
Terlebih jika dokter tersebut seorang muslim. Dokter muslim harus mampu
meyakinkan pasien bahwa dia hanya sebagai perantara dari Allah untuk membantu
si pasien dalam mengatasi permasalahan kesehatan yang sedang dialaminya. Dokter
muslim tidak pernah tergesa-gesa dalam setiap tindakannya dan selalu berdo’a
ketika akan memulai dan menyudahi pekerjaannya. Seorang dokter muslim memang
harus memiliki akhlakul karimah dan bisa menjadi tauladan yang baik. Membantu
sesama semampu mereka adalah sebuah kepuasan batin tersendiri yang sulit untuk
dijelaskan. Hal tersebut sesuai dengan Q.S Al-Maidat 5:32 yang artinya: “Barang siapa yang membunuh seseorang manusia, bukan
karena orang itu (membunuh) orang lain,atau bukan karena membuat
kerusakan di muka bumi,maka seakan-akan ia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan
barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia
telah memelihara kehidupan manusia di muka bumi” (Maulanda, 2012).
Abu al-Fadl merinci karakteristik dokter Islam atas tiga hal.
Pertama, percaya akan adanya kematian yang tidak terelakkan. Kedua, Menghormati
pasien. Dan yang Ketiga adalah pasrah kepada Allah
sebagai Dzat Penyembuh (Maulanda, 2012). Menurut saya, apabila seorang dokter muslim
dapat memenuhi ketiga karakteristik tersebut, maka barulah ia pantas dikatakan
sebagai seorang dokter muslim sejati. Tidak hanya sekedar berkata dan berucap,
tetapi benar-benar merealisasikannya dan menjadikan 3 hal tersebut sebagai
pondasi dalam menjalankan setiap praktiknya. Seorang dokter muslim harus mampu
mensugesti pasiennya agar benar-benar yakin dengan sepenuh hati bahwa apa yang
dilakukan oleh dokter tersebut hanya sebatas ikhtiar, Allah azza wajalla lah
yang menentukan segalanya. Serta, memotivasi pasien agar terus berikhtiar demi
kesembuhannya. Namun tidak lupa untuk terus dibarengi dengan do’a dan tawakal
dalam setiap langkahnya. Disini kemampuan berkomunikasi seorang dokter
benar-benar diuji. Jangan sampai, perkataan dan sikap dokter malah membuat
kecewa pasien. Bahkan menjadikan pasien merasa tak ada gunanya lagi dan putus
asa untuk berikhtiar.
Jadi,
menjadi seorang dokter muslim sejati bukan hanya sekedar mengobati pasien secara
fisik ataupun jasmaninya saja, melainkan mampu mengobati pasien secara batin
dan rohaninya juga. Dokter muslim sejati juga harus bisa membuat pasien lebih
semangat lagi untuk terus berikhtiar dalam pengobatannya, tetapi tidak
menghilangkan keyakinan yang ada di dalam hati si pasien tersebut bahwa apapun
nanti hasil yang didapatkannya, berarti itu adalah pemberian dan keputusan terbaik
yang Allah berikan untuk dirinya. Karena mau bagaimanapun semuanya akan kembali
kepada Allah. Sehingga tidak ada lagi pasien yang merasa menyesal, hidupnya
sudah tak berguna lagi ataupun yang benar-benar putus asa dalam usaha untuk
mengobati penyakit yang ada di dalam dirinya. Mudah-mudahan, jasa yang telah
diberikan oleh para dokter, khususnya dokter-dokter muslim yang ada di
Indonesia bisa bermanfaat dan memberikan efek yang baik bagi masyarakat. Saya
juga yakin, pekerjaan menjadi seorang dokter adalah pekerjaan yang sangat
mulia. Selain membantu orang lain dengan ikhlas dan sepenuh hati, mereka juga
pasti akan selalu berharap untuk kesembuhan pasien-pasiennya yang akan mereka
panjatkan dalam setiap do’a mereka. Maju terus Dokter Indonesia, Maju terus
Dokter Muslim Indonesia. Menjadi seorang dokter muslim sejati adalah harga
mati.
Comments
Post a Comment