Jalan Hidup

Aku berjalanan menapaki aspal yang lekat dengan penderitaan

Panas membara dan terik yang menguliti sangat terasa saat melintasi jalan ini
Namun aku yakin, diujung sana akan ada keindahan tiada tak terbalaskan.
Aspal jalanan mengajarkan kepada manusia betapa kerasnya kehidupan.
Jika memang tak ada lagi makanan, maka aspal pun bisa dikunyah oleh orang-orang yang rakus.
Walau sebenarnya, aspal jalanan tak memandang siapa yang melewatinya, entah pejabat atau anak jalanan.
Jalanan aspal juga bisa menghancurkan siapapun yang berjalan sombong diatasnya, membuatnya terluka maupun terkoyak.
Aspal selalu mengajarkan sifat keras dirinya, sekeras kehidupan ini.




Tapi tahukah kau, kenapa aspal bisa sekejam dan seangkuh itu? Dahulu kala, sebelum aspal ada di muka bumi ini, orang-orang dipekerjakan dengan paksa untuk membuat sebuah jalanana baru yang memberikan seberkas kecerahan. Para pekerja tersebut bekerja tanpa kenal lelah. Walaupun menantikan sedikit kecerahan, namun mereka hidup sangat tersiksa. Hanya dberi makan sedikit, kulit hangus terbakar, dan bekerja dengan cucuran keringat. Siang dan malam membabat hutan dan membuka jalan baru.

Hingga jalanan sudah terbentuk, datanglah sisa olahan paling akhir dari minyak bumi tersebut untuk menguatkan kembali jalanan yang tadinya mudah sekali becek. Namun, tahukah kau? bahan untuk membuat jalanan yang lebih keras tersebut harus dibakar selama berjam-jam hingga panas, sepanas penderitaan rakyat kita dulu. Tidak hanya itu, setelah aspal mendidih, ia harus merasakan getirnya hidup dengan penindasan tubuhnya dengan alat-alat berat.

Tahukah kau siapa yang melakukan semua itu pada aspal sehingga menderita? Ya, ia adalah bangsa manusia yang merupakan keturunan warga kita yang dahulu juga merasakan pahitnya hidup. Ironi sekali memang kehidupan ini, tanpa terasa ketika berada di bawah terlihat sangat menderita. Namun, ketika berada di atas kejayaan, seringnya membuat  yang lain lebih menderita dari derita yang dirakasan.

Memang itu tidak terjadi pada semua orang, hanya orang-orang yang memiliki pikiran jernih yang bisa menelaah hikmah kehidupan. Bukan didasari oleh nafsu balas dendam atau memakan aspal belaka, melainkan dedikasi untuk menggunakan jalannya yang sudah bagus demi kelancaran orang-orang yang melewatinya.


Hidup ini tak sekedar makan dan dimakan
Hidup ini tak sebatas kisah kerasnya aspal dan pembuatnya
Melainkan, makna hidup adalah memperjuangkan sesuatu dan menggapinya dengan penuh pengorbaan dengan cara-cara yang mulia
agar aku, kau, dan dia bisa sampai pada tempat peristirahatan yang indah diujung sana

yaitu yang menjadikan kematian dan kehidupan, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
Al-Mulk Q.S (67):2.

Comments

  1. Terima kasih Faisal, sudah membuat tulisan yang menginspirasi. Terus menulis ya. salam sukses, as

    ReplyDelete

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular posts from this blog

Perjuangan Masuk Fakultas Kedokteran

Are You Proud to be a Muslim?

Mari Berantas TB-MDR....!!!! (Karya Pertama)