FUNGSI KORTEKS PREFRONTAL DAN HUBUNGANNYA DENGAN SURAT AL-ALAQ (Q.S 96:09-16)
Otak merupakan suatu organ yang beratnya seperlimapuluh dari berat badan dan terletak di rongga kranial. Otak tersusun dari beberapa bagian, diantaranya adalah : serebrum, midbrain, pons, medula oblongata, dan serebelum (Rose & Wilson:2011). Masing-masing bagian dari otak tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda.
| Bagian Otak |
Ada hal menarik yang akan kita bahas disini
terkait salah satu bagian dari otak, yaitu korteks prefrontal. Korteksprefrontal memeiliki fungsi berkaitan dengan pengaturan sifa-sifat kepribadian
manusia, perencanaan, dan konsekuensi tindakan. Surat Al-alaq ayat 09-16
memiliki kaitan dengan korteks prefrontal, yaitu Allah mengadzab hambanya yang
durhaka dan mendustakan agamanya dengan merusak bagian korteks prefrontal ini.
Sebelum kita melanjutkan pembahasan lebih
lanjut tentang korteks prefrontal, sekiranya kita perlu mengetahui terlebih
dahulu definisi dan hal-hal yang berkaitan dengan korteks prefrontal agar lebih
mudah dipahami.
Identifisaksi istilah, anatomi, dan fisiologi
otak
Menurut Kamus Kedokteran Dorland, korteks
berarti lapisan luar suatu organ. Jadi korteks otak adalah lapisan terluar dari
struktur otak. Korteks otak tersusun atas lapisan berwarna abu-abu (subtansia
grisea) yang mengandung badan sel-sel syaraf otak. Sherwood (1996:116),
menjelaskan bahwasannya korteks serebri (otak besar) terorganisasi menjadi enam
lapisan berbatas tegas berdasarkan distribusi badan sel yang bervariasi dan
membentuk lapisan kolom-kolom fungsional. Daerah-daerah fungsional berbatas
tersebut disebut lobus. Lobus-lobus yang terdapat pada serebral korteks adalah
lobus frontalis, lobus parietalis, lobus temporalis, lobus ocipitalis, lobus
incisularis dan lobus limbik.
Serebrum dibagi menjadi dua daerah besar, hemisfer
kanan dan hemisfer kiri. Hemisferium serebi ini dipisahkan oleh suatu fisura
(celah yang besar) yaitu fisura longitudinalis serebri. Lipatan-lipatan pada
serebral korteks disebut gyrus. Gyrus yang terletak di lobus frontalis, bagian
anterior (depan) sulcus/fisura sentral disebut gyrus presentral sedangkan gyrus
yang terletak di lobus parietalis bagian posterior (belakang) sulcus/fisura
sentral disebut gyrus postsentral.
![]() |
| Lobus Otak dan Hemisperium Serebrum |
Setiap lukukan gyrus-gyrus tersebut membentuk satu
kesatuan fungsi yang jelas tergantung letak dan pemetaannya. Daerah tersebut
terbagi menjadi sekitar 50 daerah berbatas jelas yang disebut area Brodman
berdasarkan struktur histologi serebral korteks yang berbeda (Guyton : 2006).
Sedangkan Martini (2012 : 475), mengungkapkan bahwasanya Brodman, ahli
neurologi Jerman, membagi area korteks serebri menjadi 47 area.
![]() |
| Area Brodman |
Anatomi
dan Fisiologi Korteks Prefrontal
Korteks prefrontal (PFC) adalah
bagian anterior dari lobus
frontalis dalam otak, terletak di depan daerah motor dan
premotor. Cangkupan area brodman pada korteks prefrontal adalah area 9, 10, 11,
dan 12 (Tortora : 2009).
![]() |
| Korteks Prefrontal |
Setiap bagian dari otak kita bekerja saling terintregasi satu sama lain menghasilkan fungsi kognisi seperti kesadaran, persepsi, berfikir, dan memori. Ada sekitar 75 % otak kita terdiri atas jaringan kognitif yang disebut area asosiasi korteks serebrum (Saladin : 2003). Guyton (2006), menjelaskan lebih rinci lagi tentang area asosisi ini sebagai area yang menerima dan menganalisis sinyal-sinyal secara bersamaan dari berbagai regio, dari korteks motorik, korteks sensorik, maupun dari struktu-struktur subkortikol.
![]() |
| Area Asosiasi Korteks Serebri |
Hubungan Fungsi Prefrontal
Korteks Dengan Surat Al-Alaq Ayat 9-16
“ Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang (9). Seorang hamba ketika mengerjakan shalat (10). bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran(11). Atau Dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?(12). Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling? (13).Tidaklah Dia mengetahui bahwa Sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya? (14). Ketahuilah, sungguh jika Dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya(15). (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka(16).” (Surat Al-Alaq: 9-16)
M. Quraish
Shihab menjelaskan dalam kitab tafsirnya (2002), Ayat 9 - 14 Surat Al-Alaq menggambarkan salah satu sikap kesewenang-wenangan, yaitu orang
kafir merampas hak kemerdekaan beragama dengan mencegah seseorang melakukan
peribadatan sesuai dengan kepercayaannya. Kemudian pada ayat 15, Allah
mengancam orang-orang kafir tersebut dengan adzabnya jika mereka tidak
menghentikan tindakan mereka yaitu melarang orang-orang muslim sholat. Menurut
riwayat ketika Abu Jahal mendengar ancaman tersebut, dia berkata kepada Nabi
SAW: “Sesungguhnya engkau tahu bahwa di Mekkah ini tidak ada seorang pun yang
memiliki kelompok yang lebih banyak anggotanya daripada aku. Yakni aku tidak
bisa diancam apalagi dikalahkan". Kemudian Allah memberi adzab dengan
menarik (merusak) ubun-ubun orang yang mendustakan agamaNya.
Kata ubun-ubun dalam ayat diatas merupakan
terjemahan teks dari kata nashiyah. Muhammad Abduh menafsirkan kata
“nashiyah” itu sendiri sebagai rambut yang tumbuh di atas dahi (jidat) atau
jidat itu sendiri. Ini adalah simbol kesombongan, keangkuhan, dan kehormatan.
Sehingga orang yang menarik rambut di atas jidat orang lain menunjukkan
penghinaan yang sangat besar terhadap orang itu. Karena orang yang ditarik
rambut jidatnya itu menjadi tidak berdaya sama sekali. Persis seperti seekor
kuda yang dipegang jambulnya (Abduh : 1998).
Di dalam ilmu
kedokteran, deerah ubun-ubun (nashiyah) ini memiliki makna tersendiri.
Bagian otak yang ditutupi oleh jidat atau ubun-ubun itu dikenal sebagai lobus
frontalis. Daerah lobus frontal yang tepat berada
dibelakang dahi ini disebut korteks prefrontal. Seperti yang kita
ketahui sebelumnya, bahwasannya korteks prefrontal berperan sebagai pengatur
sifat kepribadian manusia yang apabila terjadi kerusakan padanya, maka orang
tersebut akan kesulitan mengatur masa depannya, suka murung, bersikap tidak
sopan, menjadi tidak peduli dengan lingkungan sekitar, dan kurang kreatif
(Tortora:2009).
Di dalam text
book-nya, guyton (2006 : 756) menceritakan bahwasanya pada beberapa abad yang
lalu ada sebuah penelitian terhadap seorang pasien depresi psikotik berat
diberi perlakuan lobotomi prefrontal, yaitu suatu prosedur pengambilan
daerah korteks prefrontal dengan penyayatan tulang tengkorak frontal bagian
lateral pada setiap sisi kepala dan menyayat otak pada pinggir kepala lobus
prefrontal dari puncak ke arah dasar. Setelah dilakukan lobotomi prefrontal,
pasien tersebut memperlihatkan tanda-tanda sebagai berikut :
1.
Pasien kehilangan
kemampuannya untuk memecahkan masalah yang kompleks.
2.
Pasien tidak mampu
merangkai beberapa aksi untuk mencapa tujuan tertentu.
3.
Pasien tidak mampu
melakukan kegiatan yang terstruktur dan terencana.
4.
Pasien kehilangan ambisinya
dan tingkat agresivitas menurun.
5.
Pasien kehilangan respons
sosial, menjadi pasif dalam hubungan seks, dan kehilangan moral.
6.
Pasien malas untuk berfikir
lama dan suasana hatinya selalu berubah-ubah.
Sebuah pengamatan yang serupa dilakukan oleh Damasio dan rekannya (1999).
Damasio dan rekannya mempelajari dua orang yang dewasa yang ketika masa bayinya
menderita kerusakan korteks prefrontal (satu karena kecelakaan
dan satunya lagi karena tumor otak meningioma). Pada kasus tersebut,
subjek penelitian telah sembuh sempurna dari kerusakan (lesi) pada otaknya,
tetapi terdapat perilaku yang antisosial dan amoral pada kedua subjek tersebut.
Wanita, 20 tahun, subjek pengamatan Damasio dan kawanya adalah orang yang
pintar dan secara akademis sangat kompeten, tetapi ia mencuri barang dari
keluarganya dan anak-anak lain serta sering menganggu orang lain baik secara
perkataan (verbal) maupun secara fisik. Ia juga sering berbohong dan gonta
ganti pasangan.
Subjek yang kedua, laki-laki 23 tahun, adalah orang yang tidak memilki
motivasi hidup, jorok, sering bohong, senang mengganggu orang dan sering gonta
ganti pacar. Damasio dan kawan-kawan menyatakan bahwa masalah perilaku mereka
tidak disebabkan oleh keadaan lingkungan mereka sebab kedua subjek penelitian
tersebut berasal dari keluarga yang penyayang, stabil, ekonomi menengah dan
orang tua yang berdedikasi. Malahan, dari kedua keluarga tersebut tidak memiliki
anak-anak lain yang memiliki masalah perilaku sebagaimana kedua subjek
penelitian tadi.
Penelitian serupa juga dilakukan
pada monyet yang dilakukan ablasi total atau hampir total
pada korteks prefrontalnya. Monyet-monyet tersebut menjadi apatis, cuek,
suka menyendiri, kurang agesif, serta tidak memiliki sikap bersaing dalam hal
makanan, seks dan tempat tinggal (Fuster : 2008).
Pasiak (2002) dalam bukunya menceritakan bahwasannya Ahli saraf Joseph
deLoux menemukan bahwa daerah prefrontal ini berperanan dalam menata
emosi manusia. Reaksi yang tidak terkontrol yang dipicu oleh
hubungan thalamus dan amigdala dapat diredam
oleh prefrontal. Masuk akal, jika prefrontal rusak, emosi
akan menjadi “liar”. Rusaknya prefrontal kiri membuat pemiliknya
mudah cemas dan memiliki rasa takut yang hebat. Sedangkan,
rusaknya prefrontal kanan membuat pemiliknya “kelewat ceria”. Ini
dapat terjadi karena prefrontal kanan merupakan gudang marah, cemas,
dan takut. Emosi-emosi ini dihambat oleh prefrontal kiri.
Jadi, prefrontal kiri berfungsi seperti “bumper”
bagi prefrontal kanan. Sirkuit prefrontal-limbik itu sangat
penting dalam kehidupan mental. Menurut Josep deLoux, sambungan itu dapat
menjadi pemandu manusia untuk membuat keputusan-keputusan penting dalam
kehidupan. Sirkuit ini juga berkaitan erat dengan apa yang disebut suara hati
dan intuisi.
Terdapat suatu
cerita nyata mengenai kerusakan korteks prefrontal. Phineas Gage (1823-1860),
seorang pekerja konstruksi Rutland and Burlington Railroad, ketika sedang
bekerja tertimpa sebatang besi tak terduga yang menembus tengkorak kepalanya
(mengenai korteks prefrontal) sampai menembus mata kanannya. Untungnya, Gage
tidak meninggal karena kejadian ini. Sebelum kecelakaan itu, Gage adalah orang
yang mudah bersosialiasi, baik hati dan rajin bekerja. Namun, sejak kecelakaan
itu perilaku Gage berubah. Kecelakaan itu tidak menyebabkannya mengalami
gangguan bicara atau bergerak dan kemampuan belajar, mengingat, serta
kepandaian lainnya tampaknya hanya sedikit terganggu. Namun, ada hal yang
sangat berubah dari dirinya sampai-sampai teman-teman kerjanya mengatakan Gage
bukanlah Gage yang dulu lagi. Gage menjadi seseorang yang tidak menghormati
orang lain, tidak sabaran, tidak bertanggung jawab, tidak sensitif, dan tidak
menepati janji (wikipedia.org).
| Phineas Gage |
Dari beberapa uraian diatas, maka
sangat tepat bila bagian depan kepala (nashiyah) orang kafir tersebut
dikatakan melambangkan sikap dusta dan durhaka sebagaimana yang ada di
dalam al-Quran surat al-Alaq : 15-16. Bagian depan kepala (nashiyah)
dalam Qur’an nampaknya melambangkan sifat-sifat atau akhlak, cara berpikir
dan bertindak. Jika daerah korteks prefrontal ini rusak, seseorang akan
kehilangan sifat kepribadian yang baik sehingga bisa diibaratkan orang tersebut
hidup tanpa makna di dunia ini. Hal ini menjadi bukti bahwasnya Allah memang
berniat menghinakan hidup orang-orang yang mendustakan agama-Nya dengan merusak
daerah korteks prefrontal.
DAFTAR PUSTAKA
Abduh, M., 1998, Tafsir Juz
‘Amma, Bandung: Penerbit Mizan.
Damasio,H. Dkk, 1999, Impairment Of Social And Moral Behavior Related
To Early Damage In Human Prefrontal Cortex, Nature Neuroscience, 2 ( 11) : 1032-1037.
Dorland, W.A.N, 1900, Dorland’s Illustrated Medical Dictionary, 31th
ed., Elsevier inc., Alih bahasa, Elseria, R.N, dkk., 2010, Kamus Kedokteran
Dorland, Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Fuster, J.M, 2008, The Prefrontal
Cortex, Fourth Edition, USA : Academic Press
Guyton, A.C, dan Hall, J.E, 2006, Texbook of Medical Physiology,
11thed., Proprietor,England, Alih bahasa, Irawati dkk,2007, Buku Ajar Fisiologi
Kedokteran, cetakan 1, Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Martini, F.h, Nath, J.L, dan Bartholomew, E.F, 2012, Fundamental of
Anatomy & Physiology,9th ed., San Fransisco : Pearson Education.
Pasiak, P., 2002, Revolusi IQ,
EQ, SQ, Bandung : Penerbit Mizan.
Saladin, 2003, Anatomy & Physiology: The Unity of Form and
Function, Third Edition, McGraw−Hill Companies.
Sherwood, L, 1996, Human Physiology : from Cell to System, A Division
of International Thomson Publishing Inc, Alih bahasa, Brahmn U, 2001, Fisiologi
Manusia: dari Sel ke Sistem, edisi 2, Jakarta : EGC.
Shihab, M.Q., 2002, Tafsir Al-Misbah Pesan, Kesan, dan Keserasian
Al-Quran, Jakarta : Lentera Hati.
Tortora, G.J, dan Dericson, B, 2009, Principle of Anatomy and
Phsyology, 12th ed., United State of America : John Wiley & Sons Inc.
Wikipedia, 2013, Phineas Gage,
http://en.wikipedia.org/wiki/Phineas_Gage,
15 Desember 2013 ( 17.30).




duh lama gak mampir kesini, anak FK postingannya berisi sekaleeeeeeeeee wkwk.
ReplyDeletelancar terus ya kuliah nya, sukses juga praktikum2nya hehe.
Sip,, makasih lif....aku tunggu kamu di kedokteran,,
ReplyDeleteSukses ya SBMPTN and SNMPTN nya...
Makasih buat refrensinya. Kebetulan saya sedang suka baca buku yang bahasannya kebanyakan jaringan pada otak.
ReplyDeletelabsmine.blogspot.com
Iya sama2.. thanks udah berkunjung.
ReplyDeleteAlhamdulillah menambah khazanah ilmu saya
ReplyDeletewarbiyasah
ReplyDelete