Tips belajar di Kedokteran

Tak terasa sudah semester 5 aku menempuh di Pendidikan Dokter, Fakultas Kesdokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII). Sudah cukup banyak ujian yang telah dilalui. Baik ujian fisik maupun mental. Ujian Fisik bukan berarti harus lari-lari keliling lapangan. Ujian Fisik disini adalah aktivitas fisik yang diforsir terus menerus untuk belajar, ber-organisasi, dan bermain. Memang kuliah di FK itu biasa berangkat pagi pulang malam untuk mengerjakan tuga, organisasi, maupun jalan-jalan untuk melepas penat. Bahkan, tak sedikit anak-anak yang kuliah di FK sering drop sakit akibat belum terbiasa dengan aktivitas fisik yang tinggi.
Selain itu juga ujian mental. Semenjak masa orientasi, kita sudah diuji mental dengan berbagai gojlokan dari kakak tingkat yang memang secara tidak langsung untuk menyiapkan diri kita kedepannya. Selama menjalani masa kuliah, akan banyak ujian-ujian akademik yang harus kita lewati. Ujian Responsi praktikum, ujian Blok, ujian OSCE (ujian praktek), maupun ujian hidup lainnya. Tak jarang untuk menghadapi semua itu membutuhkan mental dan persiapan psikis yang bagus pula. Jika tidak siap mental, alhasil bisa-bisa langsung sakit karena tekanan psikis (Psikosomatis). Misalnya saja seperti sakit perut atau pusing saat akan menghadapi ujian.

Tapi semua itu bisa dihadapi dengan tegar jika kita mengetahui tips-tips belajar di kedokteran. Kita membutuhkan kesabaranserta keuletan dalam menempuh pendidikan di kedokteran. Memang proses perjalanan untuk menjadi dokter panjang (Sarjana 3,5 tahun, coas 2 tahun, dan internship 1 tahun), tapi semua itu kita harus tempuh agar siap membantu pasien-pasien kita kelak.
Berikut adalah sedikit tips untuk survive kuliah di fakultas kedokteran :

1.    Jalani Semuanya dengan Tulus
Memang tak semua mahasiswa kedokteran ingin belajar di FK karena murni kemauannya sendiri. Banyak juga yang kuliah di FK karena ada “paksaan” orang tua. Saat menjalani pendidikan pun akhirnya hanya malas-malasan karena merasa tak sesuai dengan bidangnya. Pengalaman di angkatan saya saja sudah ada 2 orang yangmengndurkan diri karena tidak sesuai dengan minatnya. Sekarang pun mulai nampak banyak yang malas-malasan menjalani di kuliah di FK.
Jangankan yang tidak niat, yang bersungguh-sungguh pun terkadang juga masih banyak yang mengeluh akibat susahnya belajar di FK. Saran saya, tidak usah terlalu memeikirkan bagaimana rintangan dan beban pikiran terhadap hal yang kita hadapi. Jalani saja dan persiapkan semua ujian dengan matang. Saat ujian berlangsung yakinlah semuanya akan berjalan mulus. Proses belajar yang lama memang membutuhkan keikhlasan dalam belajar. Anggaplah proses belajar adalah ibadah dan motivasi untuk membagakan orang-orang yang kita cintai, seperti orang tua. Ingat masa depan kita. Semua kesusahan yang kita lakukan juga demi kebaikan diri kita serta pasien-pasien kita kelak. Maka, tabah dan sabarlah selama berada di FK.

2.    Fokus Proses dulu baru Hasil
Saat awal-awal masuk FK, mendapatkan nilai A adalah suatu hal yang sangat menggembirakan. Kemudian, setelah ujian-ujian berikutnya, kebetulan hanya mendapapatkan nilai A/B. Saat itu hati ini sangat merasa galau dan resah. Saya mulai merenung. Ternyata ada yang sedikit salah dengan orientasi belajar ku dulu. Kemudian aku mulai merenung. Sebenarnya semua proses ujian adalah merepresentasikan hasil.
Jika memamng kita harus remidi, berarti proses kita belum benar. Namun, kebanyakan mahasiswa, sedih mendapatkan nilai yang kurang memuaskan karena belum manyadari bahwa prosesnya belum sempurna, melainkan ingin mendapatkan nilai bagus semata. Hal ini kurang tepat, karena sesungguhnya proses yang bagus akan merepresentasikan hasil yang bagus pula. Maka tetap focus akan proses belajarnya, baru kemudian evaluasi hasilnya.

3.    Temukan cara Belajarmu Sendiri
Setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda dalam mempelajari sesuatu. Ada yang tipe auditor, visual, maupun kinetik. Ada juga yang campuran antara ketiganya. Tergantung dari cara kita paling mudah menangkap pelajaran. Setelah mengetahui tipe-tipe cara belajar, saatnya berexperiment.
Di kedokteran sendiri sekarang sudah menggunakan system blok, yaoutu kumpulan beberapa mata kuliah dijadikan menjadi satu. Ujiannya pun hanya satu kali saat ujian blok. Nah, biasanya kami belajar dari slide-slide dosen saat kuliah. Bia juga beljara dari hasil diskusi tutorial. Maka dari itu, kita perlu coba-coba untuk memfokuskan hal-hal yang belum kita ketahui. Bisa menggali dan menghafal dari point-point pentind dalam slide, ataupun bisa dari latihan soal.

Ya itu sedikit tips belajar di Fakultas Kedoteran. Walaupun sedikit, semoga bermanfaat ya. Kali ingin konsultasi lebih lanjut silahkan hubungi : Line:isal_sakti. Thanks


Comments

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular posts from this blog

Perjuangan Masuk Fakultas Kedokteran

Are You Proud to be a Muslim?

Mari Berantas TB-MDR....!!!! (Karya Pertama)